Bagaimana nasib korban penyintas gempa Palu 28 September 2018, publik masih membutuhkan banyak informasi. Yang tepat adalah mendesak adalah kontribusi pemerintah, secara khusus pemerintah daerah di wilayah bencana terhadap lapangan pekerjaan atau mata pencaharian para korban. Tentu tidak sepenuhnya elok jika semua aspek terkait dibebankan kepada pemerintah. Namun karena pemerintah memiliki kewenangan untuk menentukan kebijakan pascabencana, tentu menginginkan kondisi ideal tersebut. Pada konteks inilah buku ini didudukkan dan sama sekali tidak bertujuan untuk mengorek kembali kehilangan kehilangan dari para korban. Keluhan, kendala disertai saran dan masukan dari para relawan dan aktivis organisasi non pemerintah (NGO), pemerintah, dan perempuan penyintas pada aspek pemberdayaan selanjutnya disusun sebagai masukan kepada pemerintah daerah untuk menentukan pemberdayaan seperti apa yang efektif terhadap para penyintas gempa di Palu, secara khusus perempuan dan ibu-ibu rumah tangga kepala keluarga. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi bahan bacaan pembanding bagi publik, teristimewa para peneliti, akademisi, mahasiswa, pegiat kemanusiaan, dan pekerja media.
| Detail Buku | |
| Penulis | Indar Ismail Jamaluddin & Ismanto |
| ISBN | 978-623-97575-1-9 |
| Ukuran | 14,8 x 21 cm |
| Halaman | 134 |
| Cetakan | Pertama, Agustus 2021 |
Antropologi Gempa
- Product Code: Buku Cetak
- Availability: In Stock
-
Rp.60,000
- Ex Tax: Rp.60,000

